Thursday, May 9, 2013

Start Up Branding




Start-up atau mungkin di Indonesia lebih dikenal sebagai perusahaan yang baru berdiri terutama di bidang teknologi, atau juga banyak yang menyebutnya UKM (Usaha Kecil Milyaran) :) memiliki karakter sendiri.

Dari berbagai diskusi dengan teman-teman yang baru memulai bisnis, rata-rata memiliki 2 problem yang sama yaitu bingung dan kebingungan. Apalagi yang selama ini pekerjaannya tidak ada hubungan dengan sales, marketing dan finance/accounting, sepertinya banyak hal yang harus mereka pelajari ketika mulai berbisnis mulai bagaimana membuat laporan keuangan, bagaimana proses distribusi barang, bagaimana mencari modal, bagaimana caranya membranding usaha baru mereka, dan banyak lagi bagaimana-bagaimana yang lain yang bermunculan.

Point mengenai keuangan mungkin terlalu membosankan untuk dibahas, jadi diskusi kita fokuskan pada masalah branding. Hal ini menarik karena banyak merasa menjadi brand expert, tetapi ketika digali lebih dalam ternyata yang diketahui cuma cara membuat logo.

Step-step membuat brand yang powerful sebenarnya tidak usah menggunakan tools-tools branding yang kompleks, beberapa tools sederhana ini bisa langsung dieksekusi oleh perusahaan-perusahaan yang baru berdiri untuk check-up kesehatan brand mereka:


1. Mind Share
Tools ini cukup simple untuk para pemula, cek saja apakah brandnya sudah melakukan hal-hal sederhana ini atau belum?

a. Segmenting
Apakah sudah punya gambaran yang jelas segmen yang dituju? Jika di fashion mau bermain dimana? Baju anak, remaja, dewasa, atau lebih mature lagi.

b. Targeting
Apakah sudah yakin dengan segmen pasar yang dituju? Jika sudah efforts diarahkan ke pasar tersebut,

c. Positioning
Ini yang sedikit tricky, karena once positioning diset, maka harus konsisten dalam eksekusinya. Customer akan bingung jika setiap bulan kita berganti positioning.


2. Market Share
Proses mendapatkan market share sangat bergantung kepada strategi bisnis tersebut. Tools sederhana yang bisa dipakai antara lain selling process, marketing mix, dll. Bagi startup, trial dan error mungkin diperlukan untuk mendapatkan komposisi terbaik.


3. Heart share
Ini yang mungkin lebih berat, karena membutuhkan pengalaman, skill, dan pemahaman konsep mendapatkan heart share dari konsumen. Yang pasti brand, service process, ada di dalam tools ini. Bagi pemula, yang paling mudah dilakukan adalah mempunyai identitas brand yang clear dan service yang extraordinary.

3 tools sederhana tersebut bisa langsung dipraktekkan, coba analisa brand kita apakah sudah clear dalam  konsep dasar bisnisnya, kadang karena langsung terjun membuat usaha, ada beberapa hal yang terlewatkan, seperti positioning yang belum jelas atau pricing strategy yang tidak relevan dengan target marketnya.

Ilmu marketing dan branding sendiri sudah berkembang luas dan dalam, banyak konsep yang lebih canggih yang bisa diexplore. Satu persatu akan kita kupas di artikel tambalbrand berikutnya.


So, selamat berbisnis :)

No comments:

Post a Comment