Tuesday, January 14, 2014

7 Powerful Habit of Entrepreneurs




Beberapa minggu lalu, majalah Entrepreneur membahas mengenai powerful habbit of successful entrepreneurs. Namun sepertinya isinya agak teoritis, tidak sesuai dengan yang terjadi di Indonesia. Banyak hal yang bisa kita pelajari untuk menjadi entrepreneur tangguh di negara yang boleh dibilang masih agak kacau seperti Indonesia.


1. Doa
No 1 yang harus diingat adalah, kita bisa ada di dunia ini karena ada Yang Maha Kuasa, jadi jangan lupa untuk berdoa dan memohon dilimpahkan rezeki dariNya. Hal ini sering dilupakan oleh banyak manusia, tetapi Insha Allah, banyak sekali pertolongan dariNya yang tak akan disangka-sangka datang kepada kita. Contoh dari hal ini bisa dibuktikan dalam perjalanan usaha nanti, believe it or not.


2. Visi
Visi ini penting karena yang akan membawa arah perusahaan ke depan. Dulu pernah ngobrol dengan salah satu tangan kanan bos konglomerat di Indonesia. Ternyata luar biasa, banyak hal yang tidak kita pikirkan sudah dieksekusi atau mungkin sebentar lagi dieksekusi bisnisnya oleh beliau. Ketajaman visi ini bisa diasah dengan banyak belajar dari pengusaha yang sudah sukses atau bisa membaca tanda-tanda pasar bergerak di mana.  Kecerdikan dalam mematuhi regulasi tetapi mampu bermanuver di ruang sempit juga menjadi salah satu kunci penting untuk sukses di Indonesia.

3. Determinasi dan konsistensi.
Ini juga salah satu penyakit pengusaha pemula di sini, karena banyak yang memiliki semangat menggebu-gebu tetapi kebanyakan kandas karena malas atau peribahasanya (maaf) hangat-hangat tahi ayam. Determinasi dan konsistensi tidak bisa diajarkan, karena ini menyangkut motivasi masing-masing. Biasanya motivasi ke arah spiritual (akhirat) atau uang (dunia) lebih awet di dunia ini meskipun keduanya seperti bertolak belakang.

4. Pengetahuan.
Knowledge atau skill terutama dari sisi manajemen sangat dibutuhkan (mulai dari people skills, accounting, IT, taxation, retail, dll). Karena begitu usaha yang dirintis maju, maka management skill akan menjadi krusial supaya perusahaan tidak menjadi berantakan. Skill ini bisa dipelajari sambil jalan, ataupun bekal dari sekolah manajemen bisa menjadi modal penting. Namun satu yang pasti jangan membatasi diri dengan menolak ide-ide baru atau konsep baru, karena begitu kita menutup diri maka sudah pasti siap-siap untuk dilibas oleh pesaing.

5. Networking.
Networking menjadi salah satu kunci, karena bisnis bisa terbantu dengan network yang tepat. Mulai network ke investor, network ke sesama pelaku bisnis di industri tersebut, atau network ke teman-teman pengusaha yang lainnya. Kerjasama yang saling menguntungkan dan positif akan memberikan support yang luar biasa bahkan berkali-kali lipat ke bisnis yang sedang kita jalankan.

6. Paranoid.
Paranoid di sini dalam arti yang positif, maksudnya selalu waspada. Karena sudah banyak contoh di dunia ini perusahaan yang saat ini leading, besok bisa saja terlempar dari persaingan. Blackberry dan Nokia menjadi contoh yang utama, karena 6-7 tahun lalu adalah market leader untuk smartphone dan feature phone tapi bisa disalip oleh iPhone dan Android yang melaju kencang tak terbendung. Di sini attitude untuk selalu terbuka dan mau menerima perubahan walaupun terlihat sepele bisa menyelamatkan bisnis yang sedang dijalankan.

7. Social Responsibility.
Jangan lupa untuk menyisihkan sebagian keuntungan dari yang kita miliki untuk membantu sesama. Powerful habit no 7 ini sangat berkaitan dengan No. 1. Atau filosofisnya, No.7 ini akan membantu doa kita kepada Yang Maha Kuasa supaya No. 2,3,4,5,6 bisa terjadi. The power of sedekah sudah dibuktikan oleh banyak orang, bisa kembali kepada usaha kita tak terhitung jumlahnya. Jadi jangan lupa untuk menyisihkan sebagian rejeki kita untuk membantu orang lain yang lebih lemah.

So, selamat mencoba.