CATATAN DARI GLOBAL BRAND RANKING

9:05 PM








Beberapa hari yang lalu beredar video Top 15 Global Brand Rating, yang berisi perkembangan Brand Value (Arti harfiah dalam bahasa Indonesia: Nilai sebuah Brand) dari tahun 2002 - 2018. Banyak hal-hal menarik yang bisa kita lihat di sini, mari kita bedah bersama-sama via catatan ringan di bawah ini:


STARTING POINT  (Periode Tahun 2000-an awal).


1. Sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, banyak yang berpikir tentu sangatlah sulit untuk menggeser posisi Coca Cola dan Microsoft, dua perusahaan raksasa yang memiliki jaringan di seluruh dunia. Coca-cola memiliki rantai distribusi global yang tidak mudah untuk ditiru apalagi untuk dikalahkan, dan Microsoft memiliki bisnis lisensi software serta software services lainnya yang juga memiliki jaringan global.


2. Posisi 15 besar lain juga diisi perusahaan-perusahaan global yang sudah menjadi household name seperti: IBM, GE, Disney, McDonalds, Toyota, Marlboro, Mercedes Benz, Intel, Nokia, HP, dll



Jangan dibayangkan ketika kita berada di masa sekarang, satu dekade atau dua dekade yang lalu, rasanya mustahil akan membayangkan pergeseran yang dramatis dalam posisi rangking brand global - yang tentu saja terkait dengan brand valuation: metode yang paling banyak dipakai adalah income method - berdasarkan revenue dan profit.




CROSSING POINT (Periode tahun 2010-an)


1. Apple yang di tahun 2000 - 2010 posisinya berada di luar Top 15 Global Brand, tiba-tiba meroket sejak tahun 2010 dan tahun 2018 menududuki posisi pertama. Sebuah prestasi luar biasa dari sebuah brand, meskipun sudah ditinggalkan oleh pendirinya yang visinya sungguh luar biasa: Steve Jobs, ketika meninggal dunia tahun 2011. Model Bisnis Apple: walled apps ecosystem: termasuk akhirnya membuka pengembangan aplikasi resmi oleh software developer independen, user friendly gadget, dan tentu saja perjudian yang berbuah manis - iPhone.


Tahun 2000 awal, NOKIA masih menduduki posisi 5 besar, hanya kalah oleh Coca-cola, Microsoft, IBM dan Intel. Handset-handset NOKIA sangat populer di seluruh dunia, hingga ke pojok benua Afrika. Mahasiswa dan mahasiswi marketing menjadikan dominasi NOKIA sebagai sebuah studi kasus penting di berbagai universitas di seluruh dunia.


2. Semua hal tersebut berubah ketika Apple akhirnya meluncurkan iPhone 1 (diluncurkan di tahun 2007), meskipun sempat tersendat-sendat di awal, namun angin baik akhirnya berbalik mendorong penjualan iPhone. Saat iPhone 4 (diluncurkan tahun 2010) dan iPhone 5 (diluncurkan tahun 2012) sudah semakin diterima oleh pasar, masuk ke pasar mainstream (segmen pasar utama/mass market) dan menjadi rujukan handphone kelas premium di seluruh dunia.


Sungguh apes untuk NOKIA, yang terpaksa harus terjun bebas, totally keluar dari posisi 15 besar, dan akhirnya diambil alih (take over) oleh Microsoft. Mismanagement dan proses take over yang berlarut-larut oleh Microsoft membuat NOKIA semakin terkapar.


3. Brand-brand yang berada di Sunset Industry (Industri yang sudah hampir mati: contohnya rokok) , seperti Marlboro, memang harus menerima kenyataan tersingkirkan oleh kemajuan jaman dan semakin sadarnya masyarakat akan kesehatan. Tidak menutup kemungkinan Coca-cola pun akan semakin terdesak ke bawah jika tidak berinovasi dengan cepat, akibat konsumen mengurangi konsumsi Coca-cola yang cenderung tidak dianjurkan oleh para ahli nutrisi - karena kandungan gula yang berlebihan di dalamnya.



END POINT (2018)


1. Coca-cola yang begitu digdaya, akhirnya juga harus turun tahta, tidak tanggung-tanggung, ada 4 brand-brand teknologi yang telah menyalipnya. dan 1 brand yang sudah mengintip dari belakang siap-siap untuk menyalip adalah Samsung.


2. Naiknya Apple, Google, Amazon dan Microsoft, tentu tidak lepas dari semakin familiarnya konsumen dengan produk-produk teknologi, serta revolusi Industri ke 4.0 yang sudah sebagian berjalan. Di Indonesia, hal ini terlihat dengan maraknya perkembangan online shop, brand-brand e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak serta brand tech berbasis transport seperti GoJek dan Grab.


3. Bukan tidak mungkin posisi 15 besar brand akan berubah semakin cepat di sepuluh tahun kedepan, seriring dengan percepatan kemajuan jaman yang dipicu oleh temuan-temuan baru di bidang teknologi. Mungkin saja ada 1 Fintech yang menjadi dominan mengalahkan semua institusi keuangan global, Tesla bisa saja berkembang pesat dan menguasai pasar mobil listrik di dunia, atau perusahaan battery yang mampu menemukan revolusi teknologi penyimpanan energi/daya, atau ada perusahaan yang mampu menjadi pemain dominan di bidang robotics.


4. Tantangan bagi brand lokal di Indonesia, harus segera berbenah menatap ke depan. GoJek sudah memulai dengan melakukan ekspansi ke Vietnam, Singapura, Thailand, diharapkan ada brand lokal lain berbasis teknologi yang juga mampu menjawab tantangan jaman.






You Might Also Like

0 comments