Saturday, February 18, 2017

CSR Event Bandung


Baru-baru ini UNIQLO membuat sebuah event CSR di Bandung, yang disasar dan ingin dibantu adalah murid-murid SMK yang mungkin saat ini sedang bingung atau galau dalam membuat rencana karir mereka di masa depan. Dengan presentasi yang dilakukan di ruang kelas dari tim HR, marketing, dan produksi diharapkan mereka bisa mendapatkan tips-tips sukses di karir mereka selanjutnya.

Pada saat sesi Marketing, beberapa siswa-siswi yang ditanya mengenai apa itu marketing, sebagian besar menjawab Marketing adalah 4P: Product, Price, Promotion and Place. Mungkin kita tidak bisa menyalahkan mereka jika pengetahuan anak-anak SMK itu hanya sebatas itu. Jika melihat kondisi sekolahnya maka kita memaklumi, karena tidak banyak buku-buku marketing yang terlihat selain mungkin text book (bacaan wajib) sekolah, ataupun mereka kemungkinan malu atau grogi ketika saat ditanya.

Yang lebih parah adalah, pada saat ditanya apa beda Marketing dan Sales, jawaban mereka seperti dunia yang dibolak-balik karena pengertiannya benar-benar tumpang tindih. Kita juga tidak bisa menyalahkan mereka dalam hal ini, karena di dunia nyata, para profesional banyak yang abused atau menyalah gunakan istilah tersebut: orang sales bisa dianggap marketing dan begitu juga sebaliknya. Contohnya, coba perhatikan para sales kartu kredit atau sales properti/rumah, mungkin karena takut mendapatkan stigma (cap) negatif dan supaya calon customer/prospek tidak kabur karena takut di todong untuk membeli produk kartu kredit, mereka menyebutkan diri mereka adalah marketing kartu kredit, bukan sales kartu kredit.

Namun, kembali ke tips sukses untuk anak-anak SMK yang ingin berkarir di dunia marketing, mungkin image/gambar infografis di bawah ini masih sangat relevan, karena tidak banyak yang menyadari marketer/seorang yang profesional dan berkecimpung di dunia marketing yang sukses itu harus jago/ahli dalam analisis dan juga harus mampu berpikir kreatif:



Sisi sebagai ilmuwan/scientis:
Sebagai scientist/ilmuwan yang dominan menggunakan otak kiri untuk analisa, seorang marketing dituntut untuk mampu membuat rencana, analisa kekuatan perusahaan dan kekuatan lawan, membaca data ekonomi, membaca data statistik, dan harus mengerti riset pemasaran, serta tak kalah pentingnya bisa membuat laporan marketing yang profesional.


Sebagai seorang artist:
Harus mampu berpikir kreatif, membuat iklan yang menarik, mampu berpikir secara visual untuk label produk yang baik, mencari terobosan-terobosan dengan budget/keuangan yang tersedia.

Sebuah kualifikasi yang cukup berat, karena tidak banyak orang yang mampu memiliki kedua hal tersebut. Sebagian dominan menggunakan otak kiri: untuk hitungan, matematika, tapi lemah di dalam hal kreatif.  Atau sebaliknya, sangat kreatif dan dominana menggunakan otak kanan, namun lemah dalam hal hitungan, membuat analisa, dll.


Dan bagi anak-anak SMK yang kebetulan membaca artikel ini, tipsnya cuma satu, ilmu Marketing berkembang sangat pesat, bacalah minimal 1 buku Marketing atau majalah marketing setiap minggu, atau buka situs-situs seperti di bawah ini:

- Marketeers.com (majalah marketing, grup MarkPlus)
- fastcompany.com
- marketing.co.id (majalah marketing, Indonesia)
- wired.com (digital)
- adfreak.com (periklanan)
- theverge.com
- socialmediatoday.com (social media)

Sebagai penutup artikel ini, seharusnya para profesional marketing bisa meluangkan waktunya untuk memberikan input bagi kurikulum marketing yang lebih update tetapi mudah dipahami bagi murid-murid sekolah menengah ke dinas pendidikan atau akan lebih bagus lagi jika ada gerakan mengajar Marketing bagi anak-anak tersebut.