Thursday, April 14, 2016

Robot, Machine and our Future



Masih ingat akan film Terminator? SkyNet yang menguasai dunia dan memperbudak manusia. Film populer di tahun 1980-an sampai beberpa seri sekuelnya, menjadi mimpi buruk bagi beberapa orang yang menyadari akan bahaya dominasi mesin di planet bumi -- mulai Bill Gates sampai Elon Musk menunjukkan mimik muka penuh kekhawatiran ketika ditanya mengenai kemajuan pesat Artificial Intelligence (kercerdasan buatan).

Di acara Uniqlo Convention, di Tokyo, hal ini dibahas cukup dalam, mulai dari ‘peringatan’ dari Masayoshi Son, pendiri Softbank, yang meramalkan kecepatan satu chip komputer sebentar lagi mungkin akan mengalahkan kemampuan milliaran Neuron d otak kita dalam melakukan proses perhitungan. Jika hal ini terjadi, maka bukan tidak mungkin kemajuan Artifical Intelligece akan mendominasi kehidupan umat Nabi Adam dan Hawa: hotel dengan staf robot (Henna e hotel di Jepang), Brett — akronim dari Berkeley Robot for the Elimination of Tedious Tasks -- yang mampu belajar dan beradaptasi seperti manusia: mulai melipat handuk sampai bermain LEGO, robot-robot di pabrik otomotif Volkswagen dan BMW yang menggantikan tangan-tangan manusia dalam melakukan las dan cat bodi kendaraan, vending-vending machine di Tokyo yang menggantikan posisi para pramusaji di restoran, mesin ATM yang sudah menggantikan fungsi manusia untuk keperluan perbankan, dan masih banyak contoh lainnya.

Mesin Deep Mind buatan IBM beberapa waktu lalu juga mengejutkan banyak orang karena mampu mengajari sebuah robot untuk bermain permainan Atari Klasik, Space Invaders, yang bahkan terlihat lebih mahir bermain game tersebut dibandingkan manusia. Hal yang cukup mengkhawatirkan adalah, Robot tersebut tidak diprogram untuk bermain berdasarkan aturan game, tapi hanya diberikan satu tujuan untuk mencapai nilai setinggi-tingginya.

Kemajuan tersebut sangat pesat di dunia Artificial Intelligence, karena sebuah mesin mampu belajar mandiri memahami sebuah hal yang kompleks. Program yang digunakan adalah Reinforced Learning, atau disebut juga TRPO = Trust Reion Policy Optimization, memberikan hasil sebagus Deep Mind, serta mampu mengalahakn manusia dalam video games. Kemampuan belajar mandiri yang semakin lama semakin canggih ini sungguh mengkhawatirkan, apalagi banyak pekerjaan yang dahulu bisa dilakukan manusia akan terancam hilang.

Mobil yang berjalan sendiri, seperti yang diimpikan oleh teman-teman di Google, atau Drone yang mampu mencari sendiri alamat pengiriman, seperti yang diimpikan oleh Jeff Bezos dari Amazon, adalah satu hal yang mungkin tidak lama lagi akan kita lihat. Apple pun, menurut gosip yang beredar, juga sudah berancang-ancang dalam project Titan, untuk membuat mobil listrik dan mobil yang mampu berjalan sendiri.

So, mari kita bersiap.