Friday, June 21, 2013

Startup Tips: Manager & Management




Keputusan untuk menjadi entrepreneur ternyata memberikan banyak knowledge baru di luar office cubical. Jika berada di sebuah perusahaan besar, mungkin hal-hal seperti struktur management yang ada kita anggap taken for granted, atau memang seharusnya begitu adanya. HRD sibuk mengurus orang-orang, Finance sibuk menolak tagihan biaya dinas kita (baca: entertainment client), manager menjadi pengawas keputusan eksekutif dan staff kalau ada manager sok terlihat sibuk tetapi kalau manajernya tidak ada mungkin lebih baik main path atau Instagram.


Namun jika kita duduk sejenak, berpikir, dan merenung, kalau bisa waktu bisa kita stop seperti Hiro dalam serial Heroes, mari kita lihat esensi di belakang kesibukan orang-orang di belakang organisasi tersebut.

Peter Drucker memberikan pandangan yg sedikit kontroversial tapi mungkin juga benar dalam level tertentu, bahwa basic task management adalah marketing dan innovation. Di sebuah perusahaan startup, rata-rata yang berhasil karena sudah melek marketing, dan bisa berinovasi, berkelit dari terkaman kompetisi.

Problem akan muncul begitu bisnis tersebut mulai beranjak besar, ownernya sudah tidak memiliki waktu lagi mengurus semuanya, mulai butuh manager yang bisa take care bisnis dengan passion yang sama seperti pemilik bisnis. Dari sini owner mulai mulai harus mengerti bagaimana tipe dan karakter orang yang tepat untuk bisnisnya.






Seorang filsuf manajemen Irlandia, Charles Handy dalam buku klasiknya "Understanding Organization" memberikan contoh yang mungkin paling mudah dicerna bagi pebisnis yang sibuk. Idenya diambil dari mitologi Yunani yang merupakan contoh paling gamblang tipe-tipe organisasi yang saya adopt menjadi tipe-tipe karakter personel di dalam organisasi:

- Tipe Zeus (Power, Patriarch): ini adalah tipe one powerful person yang cenderung untuk memimpin dan menentukan arah organisasi. Yang terbayang sudah pasti tipe-tipe seperti Steve Jobs atau Richard Branson.


- Tipe Apollo (bureaucracy, role culture): ini adalah orang-orang yang bekerja sesuai aturan perusahaan, birokrasi yang terstruktur. Contoh, supervisor pajak, ya dia akan melakukan hal tersebut berulang-ulang sepanjang karirnya. Semua sudah ada regulasinya. Tipe orang seperti ini memiliki sebuah "kepuasan" jika melakukan pekerjaan sesuai aturan yang sudah digariskan.


- Tipe Athena (meritocracy, expertise): tipe ini paling banyak ditemukan di perusahaan asing, karena memang kebanyakan yang embrace meritocracy adalah perusahaan-perusahaan yang mengerti kultur tersebut. Semua ada KPI, reward dan punishment jelas, dan mereka akan mengejar hal tersebut untuk karirnya.

- Tipe Dionysus (individualism, non-corporate): tipe ini dari luar sepertinya tipe orang yang susah dikendalikan, padahal mereka memiliki vision yang mungkin lebih jauh ke depan dan juga memiliki pengetahuan di atas rata-rata. Tipe-tipe ini cocoknya menjadi pemimpin sebuah task force untuk project-project tertentu yang tidak terikat jam kerja atau mumbo jumbo corprate.


Sebuah organisasi yang sehat sepertinya memiliki balance di antara keempat tipe tersebut, inovatif tapi juga harus disiplin dalam akuntansi, mengikuti aturan tetapi juga harus ada yang bisa membimbing keluar masalah ketika ada badai menerjang. Terlihat seperti kuno, tapi dalam beberapa hal masih bisa digunakan untuk masa kini. Apalagi untuk perusahaan yang baru berdiri, butuh seorang manajer yang mampu mengerti orang-orang yang bekerja di bawahnya.

Dan tentu saja setiap organisasi tidak akan sama, tergantung sudah di level mana, di perusahaan yang sangat advance tentu sudah banyak tools-tools manajemen terbaru yang mereka gunakan, mulai Six Sigma, ESQ, Spiritual Organization, Happines Workplace Concept, dll. Namun untuk startup yang masih baru berdiri, tidak ada salahnya mencoba resep kuno yang sudah tried and tested.

So, selamat mencoba.



No comments:

Post a Comment