Wednesday, March 28, 2012

Apa esensi dari Brand?


Gak usah bingung, secara simpelnya, brand itu semua value atau nilai-nilai yang melekat pada produk. Ciri-ciri brand mudah saja: bisa dikenali, punya janji-janji tertentu kepada konsumen dan punya nilai-nilai. Wujudnya seperti roh manusia tidak berwujud tapi bisa dirasakan. Ibaratnya badan itu produk, sedangkan brand adalah rohnya.

Pakar-pakar branding seperti David Aaker, Al Ries, rekan-rekan di Interbrand, Leslie de Chernatony, Jean Noel Kapferer, Patricia Nicolino, memiliki cara masing-masing dalam mengukur value sebuah brand. Nanti akan dibahas dalam sesi tersendiri untuk brand equity. Tapi sebagai gambaran Coca-cola masih menduduki posisi puncak brand value dunia dengan nilai sebesar 72 milyar dollar.

Sebagai contoh, BCA sebagai brand tidak hanya logo BCA warna biru, tetapi ATM BCA yang ada di mana-mana adalah brand ambassador yang efektif untuk bank tersebut, satpam yang ramah ketika kita masuk bank tersebut juga adalah bagian dari brand, kantor yang wangi dan bersih, pelayanan yang cepat, seragam customer service yang berwarna biru dan kuning, buku tabungan yang tercetak rapi dan bagus, filosofi convenience bank sehingga musah diakses, letak lokasi kantor yang premium, acara Gebyar BCA, kartu ATM BCA dan Flazz BCA yang ada di dompet kita, flyer di mall-mall, iklan di koran, dll adalah keseluruhan bagian dari value dan promise yang ditawarkan BCA.

Bank lain tentu akan sulit menawarkan hal yang sama, jadi di sini brand juga bisa berfungsi sebagai entry barrier, atau dalam bahasa Jawa membuat konsumen enggan berpaling atau tak bisa ke lain hati.

Jadi bukan hanya logo, bukan hanya kualitas, tapi semua yang melekat di produk adalah kumpulan value dari brand.

No comments:

Post a Comment