Wednesday, March 28, 2012

Jadi kalau bukan logo, Brand itu makhluk apa dong?

Bayangkan jika kita ke toko sayuran, mau beli tomat yang berkualitas. Tetapi pas sampai di tukang sayur, semua tomat bentuknya sama, warnanya sama, baunya sama. Mungkin yang paling jelek akan langsung keliatan karena bonyok-bonyok, dan secara otomatis otak kita akan langsung menyortir tomat bonyok tersebut.

Di sinilah peran brand yang No.1, yaitu untuk memudahkan konsumen mengidentifikasi produk di kategori yang dia inginkan. Karena asosiasi di benak konsumen begitu melihat brand yang dia inginkan adalah kualitas, jaminan mutu, packaging, servis, cara produksi, dan atribut lainnya.

Menurut David Aaker, di sinilah brand berfungsi sebagai protektor atau satpam yang yang menjaga produk dari serangan kompetitor yang menawarkan barang yang serupa. Balik lagi ke tomat, jika tidak ada logo brand yang ditempelkan di situ dengan packaging tertentu, yang telah dikomunikasikan dengan baik lewat media, kompetitor akan mudah menawarkan tomat yang serupa. Karena tanpa atribut tertentu, tentu saja susah mengukur value tomat tersebut. Bisa saja tomat brand A sebenarnya diproduksi tanpa pestisida sehingga lebih sehat, sedang kompetitor menawarkan tomat dengan pestisida.

Proses ini juga dilakukan oleh pembuat batu bata di jaman firaun, sampai ke simbol agama-agama, berlanjut ke jaman Romawi dengan logo SPQR, sampai ke para cowboy yang memberikan cap pada sapi-sapi mereka untuk membedakan dengan sapi milik orang lain.

Mau punya 'satpam' otomatis yang menjaga product Anda, segara benahi brand Anda.

No comments:

Post a Comment